Rabu, 10 Juni 2015

Teori Tentang Proposal (Ilmiah dan Semi Ilmiah)

Definisi 
Proposal adalah rencana yang disusun secara sistematika dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal (Finoza, 1999 : 157).

Kerangka Proposal
Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
  1. Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
  2. Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
  3. Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
  4. Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
  5. Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
  6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
  7. Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
  8. Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
  9. Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
  10. Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.
Syarat Penyusunan Proposal 
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut :
  • Memiliki struktur dan logika yang jelas
  • Hasil kegiatan itu terstruktur
  • Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
  • Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada
Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :
  • Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
  • Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
  • Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
  • Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
  • Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
Jenis Proposal
Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
  • Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
  • Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
  • Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
  • Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.
Proposal Ilmiah
Salah satu jenis tulisan ilmiah adalah proposal penelitian. Proposal penelitian biasanya dibuat untuk aplikasi permohonan bantuan dana penelitian dan untuk rancangan skripsi, tesis, dan disertasi.

Proposal paling tidak memuat :
(1) lingkup masalah dan perumusan masalah
(2) aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian
(3) metodologi penelitian
(4) instrumen penelitian
(5) teknik analisis data
(6) rencana kegiatan penelitian

Ide penelitian diperoleh melalui :
  • Kehidupan sehari-hari
  • Masalah praktis
  • Hasil penelitian sebelumnya dan teori yang berkembang
Sistematika Proposal
Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
  • BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Kegunaan Penelitian
  • Bab II Landasan teori (Kajian Pustaka)
2.1. Teori variabel (dependen , independen)
2.2. Penelitian relevan
2.3. Kerangka Berpikir
2.4. Hipotesis yang diajukan
  • Bab III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian)
3.2. Waktu dan tempat
3.3. Populasi dan sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
        a. Jenis dan sumber data
        b. Instrumen
        c. Definisi Operasional (kisi-kisi)
3.5. Teknik Analisis data
3.6. Jadwal Penelitian

Proposal Semi Ilmiah
Semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
Artinya dapat dikatakan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Daftar Pustaka :
Darmayanti, Nani dan Nurul Hidayati. 2008. “Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Unggul (Kelas XII)”. Dalam http://books.google.co.id/books?id=rskNgi90QPIC&pg=PA21&dq=proposal+adalah&hl=en&sa=X&ei=JW9eU_XBGojQiAeqj4GACQ&redir_esc=y#v=onepage&q=proposal%20adalah&f=false
Hasim. 2012. “Mengenal Proposal”. Dalamhttp://hasim319.wordpress.com/2011/05/07/mengenal-proposal/
Hendry. 2010. “Menyusun Proposal Penelitian”. Dalamhttp://teorionline.wordpress.com/2010/01/23/menyusun-proposal-penelitian/

perbedaan metode ilmiah dengan metode penelitian

PENGERTIAN

a.       Penelitian :

Suatu usaha untuk mengembangkan dan mengkaji kebenaran suatupengetahuan.Penelitian ilmiah di definisikan sebagai rangkaianpengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi danmelahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkanfenomena-fenomena.

b.      Metode Ilmiah :

Suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untukmemecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakanlangkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol.

 

2.       Rumusan Masalah

a.      Penelitian:

-          Dalam peneliti anilmiah rumusan masalah cukup komplekssehingga membutuhkan kegiatan yang kompleks pula untukmenyelesaikan/ memecahkannya.

-          Dalam penelitian ilmiah anda harus merancang instrumentuntuk mengumpulkan data dengan benar, menganalisis data, dsb.

b.      Metode Ilmiah:

Rumusan masalah dalam metode ilmiah dapat berupa masalah yang sangat sederhana atau masalah yang kita temui dalamkehidupan sehari-hari, misalnya ketika hari hujan, salah satusudut lantai kamar di rumah anda menjadi basah. Untukmenyelesaikan masalah sederhana ini anda tidak perlumelakukan penelitian ilmiah, cukup berpikir denganmenggunakan metode ilmiah.

 

3.       Waktu Penyelesaian

a.      Penelitian:

Melakukan penelitian ilmiah memerlukan waktu yang lebih lama, tidak cukup hanya satu atau dua hari saja.Sebagai manaanda memecahkan masalah sehari-hari yang sederhana melaluimetode ilmiah. Contoh masalah penelitian ilmiah yang cukupkompleks misalnya: Apa faktor-faktor yang menyebabkanterjadinya penurunan prestasi siswa-siswa kelas XA SMA SukaMoro? Untuk memecahkan masalah ini tidak dapatdilakukan secara sederhana melalui metode ilmiah tetapiharuslah dengan penelitian ilmiah yang dalam pelaksanaannyatetap menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah.

b.      Metode Ilmiah:

Metode ilmiah memerlukan waktu yang lebih singkat.

 

4.       Cara KerjaPemecahanMasalah

a.       Penelitian :

Cara kerja dalam penelitian ilmiah lebih kompleks disbandingcara kerja pada metode ilmiah, karena rumusan masalahnya jugakompleks.

b.      Metode Ilmiah:

Cara kerja dalam metode ilmiah lebih simple.

 

5.       Langkahdan Tahapan

a.      Penelitian:

Langkah penelitian ilmiah yaitu:

1.      Mengidentifikasi dan merumuskan masalah.

2.      Melakukan studi pendahuluan

3.      Merumuskan hipotesis

4.      Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel

5.      Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian

6.      Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian

7.      Menentukan Subjek Penelitian

8.      Melaksanakan Penelitian

9.      Melakukan Analisis Data

10.  Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan

11.  Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi

b.      Metode Ilmiah:

Pelaksanaan metode ilmiah ini melalui tahap-tahap berikut:

1.      Merumuskan masalah

2.      Mengumpulkan keterangan,

3.      Merumuskan hipotesis

4.      Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.

5.      Menganalisis data (hasil) percobaan.

6.      Penarikan kesimpulan

7.      Menguji kesimpulan.